16 November 2009

whose.among.us

Posted in tentang gas mulia pada 10:01 pm oleh lorop4tu

1 Desember 2009

Ilmuan Kimia Muslim

Posted in tentang gas mulia pada 5:57 pm oleh lorop4tu

“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.”

[HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Alangkah indahnya islam, karena tentu saja islam tidak hanya mencakup ibadah “ritual”.. bahkan, setiap gerak langkah seorang muslim pun bisa menjadi ladang ibadah baginya.. termasuk belajar!! yup! belajar juga bisa jadi ibadah lho!!

Ini dia para ilmuan muslim yang membuktikannya..

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed

721-803 * Jabir Ibn Haiyan

864-930 * Al-Razi (Rhazes)

912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi)

930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali

950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim

960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar

Ibnu Sina (980-1037)

1120 (Meninggal) – Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali

1341 (Meninggal) – Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer

Dan itu artinya, Islam juga andil dalam perkembangan ilmu kimia.. Ruaaarrr biasa bukan????

(maaf,, postingannya masih terbatas..)

28 November 2009

kalo helium gak pernah ada??

Posted in tentang gas mulia tagged pada 3:22 pm oleh lorop4tu

Baiklah teman…

Kali ini kita akan mengajak kalian untuk menyaksikan dialog yang satu ini.

kita mulai dari balon gas yg sering dibeli anak” kecil, termasuk kita” dulu. kita?!!

si ngotot : kalo helium ga ada, ya bagus itu. lagian kan ada Hidrogen. repot bener.
si pinter : tapi Hidrogen itu jauh lebih beresiko, soalnya gampang kebakar. gak aman pokonya.
si ngotot : ya lebih ati-ati donk, susah bener jagain balon gas doang.
si pinter : anak kecil mana bisa jaga balon, jaga diri aja belum bisa!
si ngotot : tapi kan kalo pake helium tuh lebih mahaL harganya!! anak kecil mana punya duit
si pinter : ya… keselamatan juga ada harganya dong. kan ada orang-tuanya yg berduit. jadi ya kalo helium itu istilah kerennya, highly-recommended deh.

-terputuslah dialog ini-, dan si pinter memenangkan babak awal.
artinya… Helium dibutuhkan!!

babak akhir, kita mulai dengan tabung gas yg digunakan untuk menyelam.

si ngotot : kalo helium ga ada, ya bagus itu. gak perlu mahal-mahal untuk nyelam.
si pinter : emang mahal sih, tapi dibandingin ma tabung gas campuran nitrogen-oksigen, ya campuran helium-oksigen lebih aman lah…
si ngotot : maunya heliiuuuum aja, ya kalo gak ada mau gimana??!!
si pinter : lah.. daripada pake gas campuran nitrogen-oksigen, lebih baik
gak usah nyelam deh.
si ngotot : yaa emang bahaya sih, tapi kalo nyelam sampe kurang dikit aja dari 30 meter, masih aman kamu.
si pinter : mau ngukur gimana? nyelem sambil bawa penggaris? pokonya repot dah. bahaya, bahaya.. bayangin, nyelam lebih dari 30 meter aja bisa bikin kita keracunan nitrogen, lebih dari 100 meter bisa ilang kesadaran, kebutaan bahkan kematian!! mau aman gimana??
si ngotot : ko jadi kamu yg ngotot?? tapi, masa sih bisa sampe segitunya?
si pinter : dengerin nih,, Hukum Tekanan Dalton berkata:
“Jumlah tekanan pada zat gas sama dengan jumlah tekanan pada zat cair”.
udah gitu, kalo udah lebih dari 30 meter nitrogen akan lebih mudah larut dalam darah dan akan mengakibatkan “keracunan nitrogen” dengan gejala seperti mabuk alkohol. nah kan.. dengerin tuh..
si ngotot : terus kalo udah gitu, emang si helium bisa lebih unggul?? enggak kan?!
si pinter : ya gak gitu juga, pemakaian helium secara berkepanjangan juga sebenarnya bisa bikin kita mengalami gejala pening, rabun, dsb. tapi helium selain relatif tidak reaktif secara kimia, gejala yg ditimbulkannya juga lebih sedikit dibanding dengan keracunan nitrogen.
si ngotot : alah,,,, pokonya aku mau ngotot. helium itu dibutuhkan!!
si pinter : hah??

dan berakhirlah sudah, pemenang sulit ditentukan….

semoga dari dialog diatas, kita dapat menyiratkan keunggulan2 helium.
mohon maaf karena kata-kata yg digunakan tidak berdasarkan EYD. hhehe..

24 November 2009

Siapakah Sir William Ramsay??

Posted in tentang gas mulia tagged pada 7:38 pm oleh lorop4tu

Mmm..

Yang kita tahu selama ini.. Tokoh-tokoh kimia terkenal itu Svante August Arrhenius, Neil Bartlett, Dewi Setiawati, Michael Faraday, Hana Hajar Hasanah, Antoine Laurent Lavoisier, Shopi Sa’diah, Sir Joseph John Thomson, Tia Gianita, Alexander Williamson, Wahyu Dwi Nurcahyo, Dmitri Ivanovich Mendeleyev, dan lain-lain.. Eeehh,, siapa pula Sir William Ramsay??

Ternyata eh ternyata,, Ia juga termasuk para tokoh kimia terkenal itu (amiin..) lho teman..

Mau tahu biografinya???

Begini nih..

William Ramsay lahir di Glasgow pada 2 Oktober 1852,Ia adalah keponakan dari ahli geologi, Sir Andrew Ramsay. (keren ya..) Ramsay memulai studinya di kota kelahirannya Glasgow dan mendapatkan gelar doktor dalam kimia di Tuebingen, lebih fokus pada kimia organik. Saat kembali ke Britania Raya dan pengangkatannya pada kedudukan akademis di University of Bristol dan kemudian di University College, London, ia terkenal untuk penemuan dan ketelitian teknik-teknik eksperimentalnya, khususnya metodenya untuk menentukan berat molekul zat dalam keadaan cair.

Pada 1892 keingintahuan Ramsay dibuat kesal oleh pengamatan John William Strutt bahwa kepadatan nitrogen yang diekstrakkan dari udara selalu lebih besar daripada nitrogen yang dibebaskan dari berbagai macam senyawa kimia. Kemudian Ramsay mulai mencari gas tak dikenal yang lebih padat di udara, yang—saat ditemukan—dinamainya argon. Saat meneliti adanya argon di mineral beruranium, ia malah menemukan helium, yang sejak 1868 telah diketahui ada, namun hanya pada matahari. Penemuan ke-2 ini membuatnya mengusulkan keberadaan golongan baru dari unsur di tabel periodik. Dengan cepat ia dan pembantunya mengisolasi neon, kripton, dan xenon dari atmosfer bumi.

Ia menerima Hadiah Nobel pada 1904, selain penghargaan luarrr biasa itu, ia juga mendapatkan penghargaan kehormatan dari Institut de France, Royal Akademi Irlandia, Berlin, Bohemia, Belanda, Roma, Petrograd, Turin, Rumania, Wina, Norwegia dan Swedia; Akademi Jenewa, Frankfurt dan Meksiko; di Jerman Masyarakat Kimia; Royal Kedokteran dan Chirurgical Society of London; Académie de Médecine de Paris; Pharmaceutical Society, dan Philosophical Society of Manchester, Philadelphia dan Rotterdam. Dia juga menerima Davy dan Longstaff Medals, kehormatan doktor dari Dublin University, Barnardo Medali dan hadiah sebesar $ 5,000 dari Smithsonian Institution, sebuah hadiah Fr. 25,000 dari Perancis (bersama dengan Moissan ), dan Medali emas AW Hoffmann (Berlin, 1903).

Pada tahun 1881 Ramsay menikah dengan Margaret, puteri George Stevenson Buchanan. Mereka punya satu putra dan satu putri. Rekreasi nya adalah bahasa dan perjalanan.

Sir William Ramsay meninggal di High Wycombe, Buckinghamshire, pada 23 Juli 1916.

Luarrr biasa kann jasa beliau??

23 November 2009

Mewaspadai Radon di Lingkungan Kita

Posted in tentang gas mulia tagged pada 6:05 pm oleh lorop4tu

Oleh YARIANTO S BUDI SUSILO

”Particular Attention has been drawn to the indoor problem in recent years since radon and radon daughters indoor contribute the largest dose of exposure to the general population from natural radiation source” (S. Kobayashi, National Institute Of Radiological Sciences, Anagawa, Chiba, Japan)

BARANGKALI tak pernah terlintas dalam benak kita, kalau di dalam rumah, atau di dalam kantor terdapat berbagai pencemar terperangkap yang dapat mengancam kesehatan atau bahkan mengintai nyawa kita, yang dikenal sebagai in door air pollution. Berbagai bahan pencemar dapat berasal dari alam (natural source) maupun buatan, seperti senyawa organik, asap rokok, insektisida, mikroorganisme, debu, dan sebagainya. Gas radon yang bersifat radioaktif dapat berada di sekeliling kita dan dapat menimbulkan efek Sick Building Syndrome (SBS), yaitu suatu gejala penyakit yang terjadi di kalangan penghuni rumah/perkantoran sebagai akibat kualitas udara di dalam ruangan yang tidak memenuhi standar kualitas udara.

Di dalam bumi, secara alamiah, terdapat radiasi alam, yang sudah ada sejak terbentuknya bumi. Sesuai dengan teori terbentuknya bumi, maka unsur berat akan berada di bagian dalam perut bumi, sedangkan unsur ringan akan berada di bagian luar. Gas radon berpotensi keluar dari perut bumi, karena berbagai peristiwa geologi atau ulah manusia. Radon merupakan hasil peluruhan U-238, dan selanjutnya akan meluruh dengan memancarkan partilkel a (alfa) dan membentuk isotop tak stabil Polonium-218 (padatan) dan selanjutnya menjadi Po-214 sampai akhirnya membentuk isotop stabil Pb-206.

Radon dikenal sebagai unsur radioaktif dan mempunyai waktu paruh 3,82 hari. Artinya, aktivitas radon dalam waktu 3,82 hari akan tinggal separuhnya. Dalam suhu kamar, radon selalu berupa gas dan tidak berwarna. Dalam kondisi lingkungan normal, tentu kita tak dapat melihat, mencium dan merasakannya, tetapi dapat menimbulkan masalah di dalam rumah kita. Inilah yang perlu kita waspadai.

Radon dapat masuk ke dalam rumah atau gedung melalui retakan, celah, sambungan konstruksi, celah lantai, celah dalam pipa, dan lubang air sumur, kemudian terperangkap dalam rumah. Penanaman tiang pancang pada gedung-gedung bertingkat, akan menjadi sumber potensial masuknya radon. Biasanya tekanan udara di dalam rumah kita lebih kecil daripada tekanan tanah, sehingga menyebabkan gas radon akan terdorong ke permukaan.

Ancaman Radon

Indonesia, sebagai negeri vulkanik terkaya di dunia serta daerah gempa, mempunyai potensi ancaman besar dari gas radon ini. Radon akan mudah keluar ke permukaan berkaitan dengan aktivitas vulkanik. Pada suhu yang tinggi, radon akan terlepas dari perangkap batuan dan keluar melalui saluran yang ada.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh BATAN (Sjarmufni dkk) yang dilakukan pada tahun 2001 dan 2002 di daerah Gunung Rowo dan patahan Tempur, Muria – Jawa Tengah, menunjukkan hasil pengukuran gas radon yang cukup signifikan. Gas tersebut terlepas sebagai akibat kegiatan magmatik dan aktivasi patahan. Pengukuran menunjukkan bahwa aktivitas gas radon mencapai sekitar 10-50 pCi. Zona-zona patahan dan rekahan (sheared fault zone), juga perlu diwaspadai karena merupakan jalan yang baik bagi radon untuk lepas ke permukaan.

Radon bersifat sangat toksik, dikarenakan sifat radioaktivitasnya yaitu sebagai pemancar zarah alfa (a). Sinar radiasi ini akan berbahaya sebagai sumber internal, yaitu apabila kita menghirup udara (inhalasi), gas radon dapat masuk ke dalam paru-paru kita. Selain karena radiasi alfa dari radon itu sendiri, anak luruh radon seperti polonium yang juga radioaktif dan Pb-204 yang bersifat toksik akan terdeposit di paru-paru. Sel didominasi oleh air, sehingga interaksi radiasi dengan air akan menghasilkan berbagai ion, radikal bebas dan peroksida yang bersifat oksidator kuat. Molekul-molekul protein, lemak, enzim, DNA dan kromosom ini akan terserang oleh radikal bebas dan peroksida, dalam proses biokimia, yang akan berakibat pada efek somatik dan genetik.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Bradford D. Loucas, seorang ilmuwan dari Columbia University, Amerika Serikat, penyinaran radiasi partikel alfa dengan energi 90 keV/mm telah mengakibatkan pengaruh yang signifikan pada kondensasi dan fragmentasi kromosom. Bandingkan dengan partikel alfa yang dipancarkan oleh anak luruh radon di dalam jaringan yang setara dengan 90 sampai 250 keV/mm.

Karsinogen

Gejala yang terjadi sangat lambat, sehingga sulit untuk mendeteksinya (no immediate symptoms). Menurut hasil penelitian di Amerika Serikat, gas radon memberikan kontribusi terjadinya kanker paru-paru sejumlah 7000 sampai 30.000 kasus setiap tahunnya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan EPA (Environmental Protection Agency) telah mengklasifikasikan gas radon sebagai bahan karsinogen (penyebab kanker) ”kelas A”, dan di Amerika Serikat termasuk penyebab kanker paru kedua setelah rokok. Pernyataan ini telah didukung oleh studi epidemiological evidence para pekerja tambang yang terpapar radiasi dari gas radon secara lebih intensif, melalui uji cause-effect antara paparan radon dan angka kematian kanker paru-paru (dose and respon curve).

Efek radon dalam jumlah aktivitas yang kecil (dari alam), bersifat probabilistik (stokastik), artinya peluang atau kebolehjadian terkena efek tergantung pada dosis yang diterima. Semakin besar dosis yang diterima, berarti peluang terkena kanker paru-paru akan semakin besar, namun tidak ada kepastian untuk terkena efek tersebut.

Meskipun risiko gas radon bersifat probabilistik, namun angka penderita kanker paru-paru akibat paparan gas radon tersebut harus tetap kita waspadai. Terlebih, kita tinggal di daerah vulkanik dan rentan gempa, yang sangat memungkinkan terjadinya emanasi gas radon. Asap rokok dikombinasikan dengan paparan radiasi radon akan memberikan efek sinergistik terjadinya kanker paru.

EPA telah merekomendasikan bahwa jika di dalam rumah Anda aktivitas gas radon melebihi 4 pCi/liter, maka harus ada perbaikan rumah. Cara mengurangi kadar radon di dalam rumah antara lain dengan penyediaan ventilasi yang cukup agar radon terdilusi dan terjadi sirkulai udara. Cara lain misalnya dengan membuat pompa penghisap pada sumber radon dan mengalirkannya ke luar, atau pemilihan desain pondasi yang tepat. Tes kadar radon secara periodik menggunakan detektor sintilasi perlu dipertimbangkan untuk mengetahui anomali kadar radon, sehingga dapat diambil tindakan secepatnya. Di negara maju, tes radon di rumah-rumah sudah jamak dilakukan. Rumah dan gedung perkantoran akan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi jika tidak mempunyai problem radon.

Di samping efek negatifnya, alam selalu memberikan keseimbangan. Radon sangat bermanfaat sebagai alat pendeteksi dini kegiatan vulkanik, sehingga dapat berperan dalam memitigasi bencana gunung api, meskipun sampai saat ini masih dalam skala eksperimen.

Penulis adalah analis Environmental Empowering Forum (EEFOR), bekerja sebagai peneliti masalah lingkungan di BATAN

sumber:http://www.sinarharapan.co.id/berita/0210/09/ipt03.html

22 November 2009

Warna dalam Tabung Neon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 12:02 pm oleh lorop4tu

Warna – warna yang dihasilkan dari beberapa gas mulia yang berbeda ketika

dimasukan kedalam tabung-tabung neon.

(Perlu diperhatikan, warna yang dihasilkan adalah akibat dari tabung neon yang digunakan, bukan dari gas-gasnya)

Helium
Neon
Argon (dengan beberapa mercury)
Krypton
Xenon

18 November 2009

Penemuan Gas Mulia

Posted in tentang gas mulia tagged pada 5:58 pm oleh lorop4tu

H. Bartlett mempelajari sifat platina fluorida PtF6 tahun 1960-an, dan mensintesis O2PtF6. Penemuan ini sangat fenomenal dalam kimia anorganik karena percobaan dengan yang analog dengan xenon, yang memiliki energi ionisasi (1170 kJmol-1) cukup dekat dengan energi ionisasi O2 (1180 kJmol-1), menghasilkan penemuan dramatis, yakni senyawa XePtF6.

Senyawa gas mulia belum pernah dipreparasi sebelum laporan ini, walaupun berbagai usaha telah dilakukan demikian gas mulia ditemukan. W. Ramsay mengisolasi gas mulia dan menambahkan golongan baru dalam tabel periodik di akhir abad ke-19. Di tahun 1894, F. F. H. Moisson, yang terkenal dengan isolasi F2, mereaksikan 100 cm3 argon yang diberikan oleh Ramsay dengan gas fluorin dengan menggunakan loncatan listrik tetapi gagal mempreparasi argon fluorida. Di awal abad ini, A. von Antoropoff melaporkan sintesis senyawa kripton KrCl2, tetapi belakangan diketahui ia melakukan kesalahan.

L. Pauling telah meramalkan keberadaan KrF6, XeF6, dan H4XeO6, dan mengantisipasi sintesisnya. Di tahun 1932, seorang fellow riset, A. L. Kaye, di laboratoriumnya D. M. L. Yost di Caltech, tempat Pauling juga bekerja, berusaha mempreparasi senyawa gas mulia. Walaupun preparasi yang dilakukannya rumit dan penuh semangat, usaha untuk mempreparasi senyawa xenon dengan mengalirkan arus lucutan melalui campuran gas xenon, fluorin, atau khlorin tidak berhasil. Pauling, dikabarkan setelah kegagalan itu, tidak berminat lagi dalam studi senyawa gas mulia.

Walaupun R. Hoppe dari Jerman memprediksikan dengan pertimbangan teoritik bahwa senyawa XeF2 dan XeF4 bakal ada, jauh sebelum penemuan Bartlett, ia sendiri melakukan sintesis setelah mengetahui penemuan Bartlett. Sekali suatu senyawa jenis tertentu telah dipreparasi, senyawa analognya dipreparasi satu demi satu. Ini juga umum dalam kimia sintetik di masa-masa selanjutnya, dan sekali lagi ini menunjukkan pentingnya penemuan pertama.

17 November 2009

Pembuatan Gas Mulia

Posted in tentang gas mulia tagged pada 5:38 pm oleh lorop4tu

Gas Helium

Helium (He) ditemukan terdapat dalam gas alam di Amerika Serikat. Gas helium mempunyai titik didih yang sangat rendah, yaitu -268,8 0C sehingga pemisahan gas helium dari gas alam dilakukan dengan cara pendinginan sampai gas alam akan mencair (sekitar -156 0C) dan gas helium terpisah dari gas alam.

Gas Argon, Neon, Kripton, dan Xenon

Udara mengandung gas mulia argon (Ar), neon (Ne), krypton (Kr), dan xenon (Xe) walaupun dalam jumlah yang kecil. Gas mulia di industri diperoleh sebagai hasil samping dalam industri pembuatan gas nitrogen dan gas oksigen dengan proses destilasi udara cair. Pada proses destilasi udara cair, udara kering (bebas uap air) didinginkan sehingga terbentuk udara cair. Pada kolom pemisahan gas argon bercampur dengan banyak gas oksigen dan sedikit gas nitrogen karena titik didih gas argon (-189,4 0C) tidak jauh beda dengan titik didih gas oksigen (-182,8 0C). Untuk menghilangkan gas oksigen dilakukan proses pembakaran secara katalitik dengan gas hidrogen, kemudian dikeringkan untuk menghilangkan air yang terbentuk. Adapun untuk menghilangkan gas nitrogen, dilakukan cara destilasi sehingga dihasilkan gas argon dengan kemurnian 99,999%. Gas neon yang mempunyain titik didih rendah (-245,9 0C) akan terkumpul dalam kubah kondensor sebagai gas yang tidak terkonsentrasi (tidak mencair).

Gas kripton (Tb = -153,2 0C) dan xenon (Tb = -108 0C) mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari gas oksigen sehingga akan terkumpul di dalam kolom oksigen cair di dasar kolom destilasi utama. Dengan pengaturan suhu sesuai titik didih, maka masing-masing gas akan terpisah.
Di tahun 1962, para ahli masih yakin bahwa unsur-unsur gas mulia tidak bereaksi. Kemudian seorang ahli kimia kanada bernama Neil Bartlet berhasil membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas mulia dan unsur lain, yaitu XePtF6.
Keberhasilan ini didasarkan pada reaksi:
PtF6 + O2 → (O2)+ (PtF6)
PtF6 ini bersifat oksidator kuat. Molekul oksigen memiliki harga energi ionisasi 1165 kJ/mol, harga energi ionisasi ini mendekati harga energi ionisasi unsur gas mulia Xe = 1170 kJ/mol.

Atas dasar data tersebut, maka untuk pertama kalinya Bartlet mencoba mereaksikan Xe dengan PtF6 dan ternyata menghasilkan senyawa yang stabil sesuai dengan persamaan reaksi:

Xe + PtF6 → Xe+(PtF6)
Setelah berhasil membentuk senyawa XePtF6, maka gugurlah anggapan bahwa gas mulia tidak dapat bereaksi. Kemudian para ahli lainnya mencoba melakukan penelitian dengan mereaksikan xenon dengan zat-zat oksidator kuat, diantaranya langsung dengan gas flourin dan menghasilkan senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6. Reaksi gas mulia lainnya, yaitu krypton menghasilkan senyawa KrF2. Radon dapat bereaksi langsung dengan F2 dan menghasilkan RnF2. Hanya saja senyawa KrF2 dan RnF2 bersifat (tidak stabil).
Senyawa gas mulia He, Ne, dan Ar sampai saat ini belum dapat dibuat mungkin karena tingkat kestabilannya yang sangat besar.

Radon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 5:32 pm oleh lorop4tu

Radon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki nomor atom 86. Radon termasuk Gas Mulia dan radioaktif. Radon adalah gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan.

Sifat-sifat Radon

Nomor Atom : 86

Perioda : 6

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : (222) g/mol

Konfigurasi elektron : [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 18 32 18 8

Elektron valensi : 8

Struktur Kristal : Kubus

Elektronegativitas : 2,2 (skala Pauling)

Energi Ionisasi : 1037 kJ·mol-1

Jari-jari Atom : 120 pm

Kovalen : 145 pm

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 °C, 101,325 kPa) 5,894 g/L

Titik Lebur : 202 K (-71.15 °C, -96 °F)

Titik Didih : 211.3 K (-61.85 °C, -79.1 °F)

Kapasitas Kalor : (25 °C) 20.786 J·mol-1·K-1

Pengolahan

Radon didapat dari disintegrasi Radium

88Ra → 86Rn+2He

Kegunaan Radon

Radon terkadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik. Radon juga digunakan dalam pendidikan hidrologi, yang mengkaji interaksi antara air bawah tanah dan sungai pengikatan radon dalam air sungai merupakan petunjuk bahwa terdapat sumber air bawah tanah.

Xenon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 5:29 pm oleh lorop4tu

Xenon adalah suatu unsur dalam sistem periodik yang memiliki lambang Xe dan nomor atom 54. Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak beracun.

Sifat-sifat xenon

 

Nomor Atom : 54

Perioda : 5

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 131,293(6) g/mol

Konfigurasi elektron : [Kr] 5s2 4d10 5p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 18 18 8

Elektron valensi : 8

Struktur Kristal : Kubus

Elektronegativitas : 2,6 (skala Pauling)

Energi Ionisasi : 1170,4 kJ·mol-1

Jari-jari Atom : 108 pm

Kovalen : 130 pm

Van der Waals : 216 pm

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 °C, 101,325 kPa) 5,894 g/L

Titik Lebur : (101,325 kPa) 161,4 K (-111,7 °C, -169,1 °F)

Titik Didih : (101,325 kPa) 165,03 K (-108,12 °C, -162,62 °F)

Kapasitas Kalor : (100 kPa, 25 °C) 20,786 J·mol-1·K-1

Pengolahan

Xenon diperoleh dari destilasi udara cair.

Kegunaan Xenon

 

  • Xenon biasa digunakan untuk mengisi lampu blizt pada kamera.
  • Isotop-nya dapat digunakan sebagai reaktor nuklir.
  • Sebagai obat bius pada pembedahan.
  • sebagai pengisi bola lampu disko yang berwarna-warni.
  • Digunakan dalam pembuatan tabung elektron.

Kripton

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 5:24 pm oleh lorop4tu

Kripton adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36. Gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa.

Sifat -sifat kripton

Nomor Atom : 36

Perioda : 4

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 83,798(2) g/mol

Konfigurasi elektron : [Ar] 3d10 4s2 4p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 18 8

Struktur Kristal : Kubus

Elektronegativitas : 3,00 (skala Pauling)

Energi Ionisasi (detil) : 1350,8 kJ/mol

Jari-jari Atom : 88 pm

Kovalen : 110 pm

Van der Waals : 202 pm

Fase : Gas,

Massa Jenis : (0 °C; 101,325 kPa) 3,749 g/L

Titik Lebur : 115,79 K

Titik Didih : 119,93 K

Titik Kritis : 209,41 K, 5,50 Mpa

Kapasitas Kalor : (25 °C), 20,786 J/(mol·K)

Tekanan uap

P / Pa 1 10 100 1 K 10 K 100 K
Pada T / K 59 65 74 84 99 120

Pengolahan

Kripton didapat dari hasil destilasi udara cair. Kripton akan ditemukan terpisah dari gas-gas lain.

Kegunaan Kripton

  • Pengisi bola lampu blitz pada kamera.
  • Kripton dapat digabungkan dengan gas lain untuk membuat sinar hijau kekuningan yang dapat digunakan sebagai kode dengan melemparkannya ke udara.
  • Dicampurkan dengan Argon untuk mengisi lampu induksi

13 November 2009

Argon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 9:09 pm oleh lorop4tu

Argon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Ar dan nomor atom 18. Argon adalah unsur terbanyak pertama di udara bebas (udara kering) dan ketiga paling melimpah di alam semesta. Sekitar 1% dari atmosfer bumi adalah Argon. Argon adalah unsur yang tak berwarna dan tak berbau. Jumlah unsur ini terus bertambah sejak bumi terbentuk karena Kalium yang radioaktif berubah menjadi Argon.

Sejarah Argon

Keberadaan argon di udara sudah diduga oleh Cavendish pada tahun 1785, dan ditemukan oleh Lord Raleigh dan Sir William Ramsay pada tahun 1894.

Sumber

Argon dihasilkan dari penyulingan bertingkat udara cair karena atmosfer mengandung 0.94% Argon. Atmosfer Mars mengandung 1.6% isotop Argon 40 dan sebesar 5 ppm untuk isotop Argon 36.

Sifat-sifat Argon

Argon larut dalam air, 2.5 kali lipat daripada nitrogen, dan memiliki kelarutan yang sama dengan oksigen. Argon tidak berwarna dan tidak berbau, baik dalam bentuk gas dan cair. Argon dikenal sebagai gas inert dan tidak diketahui senyawa kimia yang dibentuknya seperti halnya krypton, xenon dan radon.

Perioda : 3

Blok : p

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 8

Elektron valensi : 8

Konfigurasi elektron : [He] 3s2 3p6

Massa Atom : 39,948 g/mol

Jari-jari Atom : 71 pm

Kovalen : 97 pm

Van der Waals : 188 pm

Keelektronegatifan : –

Energi Ionisasi : Pertama 1520,6 kJ·mol-1

Struktur Kristal : Kubus

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 °C, 101,325 kPa) 1.784 g/L

Titik Lebur : 83,80 K (-189,35 °C, -308,83 °F)

Titik Didih : 87,30 K (-185,85 °C, -302,53 °F)

Kapasitas Kalor : (25 °C) 20,786 J·mol-1·K-1

Tekanan Uap

P / Pa 1 10 100 1 K 10 K 100 K
Pada T / K 47 53 61 71 87

Isotop

Secara alami, Argon merupakan campuran dari 3 isotop. Diketahui 12 isotop lainnya yang bersifat radioaktif.

Pengolahan Argon

Argon diproduksi dengan metode destilasi udara cair, sebuah proses yang memisahkan nitrogen cair yang bertitik didih 77,3 K dari Argon yang bertitik didih 87,3 K dan oksigen yang bertitik didih 90,2 K.

Kegunaan Argon

  • Digunakan dalam bola lampu pijar listrik dan tabung fluoresen pada tekanan sekitar 400 Pa, tabung pengisian cahaya , tabung kilau dan lain-lain.
  • Sebagai gas inert yang melindungi dari bunga api listrik dalam proses pengelasan, produksi titanium dan unsur reaktif lainya, dan juga sebagai lapisan pelindung dalam pembuatan kristal silikon dan germanium.
  • Pengisi tabung pemadam kebakaran.

Neon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 8:53 pm oleh lorop4tu

Neon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10. Neon termasuk unsur Gas Mulia yang tak berwarna dan lembam (inert).

Sejarah Neon

Ditemukan oleh Ramsay dan Travers pada tahun 1898. Neon adalah unsur gas mulia yang terdapat atmosfer hingga 1:65000 udara. Neon diperoleh denganmencairkan udara dan melakukan pemisahan dari gas lain dengan penyulingan bertingkat.

Isotop

Neon alami terdiri dari camuran tiga isotop, enam isotop lainnya tidak stabil

Senyawa

Neon adalah unsur yang tidak mudah bereaksi (inert). Dilaporkan bahwa Ne dapat bersenyawa dengan fluor. Namun, masih menjadi pertanyaan aakah senyawa Neon tersebut ada meski bukti keberadaan senyawa tersebut ada.

Ion Ne+, (NeAr)+, (NeH)+, dan (HeNe+) diketahui dari analisis spektrofotometri optik dan spektrofotometrik massa. Neon juga membentuk hidrat yang tidak stabil.

Sifat Neon

  • Dalam tabung vakum yang melepaskan muataaan listrik, Neon menyala oranye kemerahan.
  • Memiliki kemampuan mendinginkan refrigerator 40 kali lipat dari helium cair dan 3 kali lipat lebih dari hidrogen cair. Neon tamak adat, inert dan lebih murah daripada helium bila diperlukan sebagai bahan pendingin (refrigerant)
  • Dibandingkan semua gas mulia, peleasan muatan Neon memiliki intensitas lebih tinggi ada tegangan dan arus yang luar biasa.

Nomor Atom : 10

Perioda : 2

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 20,1797 g/mol

Konfigurasi elektron : [He] 2s2 2p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8

Elektron valensi : 8

Jari-jari Atom : 38 pm

Kovalen : 69 pm

Van der Waals : 154 pm

Keelektronegatifan : –

Energi Ionisasi : Pertama 2080,7 kJ·mol-1

Struktur Kristal : Kubus

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 0C ; 101,325 kPa) 0,9002 g/L

Titik Lebur : 24,56 K (-248,59 0C, -415,46 0F)

Titik Didih : 27,07 K (-246,08 0C, -410,94 0F)

Kapasitas Kalor : (25 0C) 20,78 J/mol K

Kerapatan : (25 0C) 1,207 g/ml

Tekanan Uap

P / Pa 1 10 100 1 K 10 K 100 K
Pada T / K 12 13 15 18 21 27

Pengolahan Neon

Menggunakan proses pemisahan udara (proses destilasi udara cair). Pada tahap awal, CO2 dan uap air dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian udara diembunkan dengan memberikan tekanan 200 atm diikuti pendinginan cepat. Sebagian besar udara akan membentuk cair dengan kandungan Gas Mulia yang lebih banyak, yaitu 60% Gas Mulia (Ar, Kr, Xe) dan sisanya 30% O2 dan 10% N2.

Sisa udara yang mengandung He dan Ne tidak mengembun karena titik didih kedua gas tersebut sangat rendah. Gas He dan Ne akan terkumpul dalam kubah kondensor sebagai gas yang tidak terionisasi (tidak mencair).

Kegunaan Neon

  • Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu di landasan pesawat terbang. Karena Ne menghasilkan cahaya terang dengan intensitas tinggi apabila dialiri arus listrik.
  • Neon cair digunakan sebagai zat pendingin. Juga Neon cair sekarang tersedia secara komersial dan sangat penting diterapkan sebagai pembeku embrio (bakal makhluk hidup) yang ekonomis.
  • Meski neon membutuhkan ruang yang luas pada penggunaannya, Neon berfungsi sebagai indikator tegangan tinggi, penangkap kilat, tabung wave meter dan tabung televisi.
  • Neon dan helium digunakan dalam pembuatan laser gas.

Helium

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 8:44 pm oleh lorop4tu

Helium adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang He dan nomor atom 2. Tidak berwarna dan lebih ringan dari udara. Setelah Hidrogen, Helium adalah unsur kedua paling melimpah di alam semesta. Helium juga tidak beracun.

Sejarah Helium

(Yunani helios= matahari). Janssen menemukan bukti keberadaan helium pada saat gerhana matahari total tahun 1868 ketika dia mendeteksi sebuah garis baru di spektrum sinar matahari. Lockyer dan Frankland menyarankan pemberian nama helium untuk unsur baru tersebut. Pada tahun 1895, Ramsay menemukan helium di mineral cleveite uranium. Pada saat yang bersamaan kimiawan Swedia Cleve dan Langlet menemukan helium di cleveite. Rutherford dan Roys pada tahun 1907 menunjukkan bahwa partikel-partikel alpha tidak lain adalah nukleus helium.

Sumber

Helium merupakan elemen kedua terbanyak di alam semesta. Helium diproses dari gas alam, karena banyak gas alam yang mengandung gas helium. Secara spektroskopik helium telah dideteksi keberadaannya di bintang-bintang, terutama di bintang yang panas. Helium juga merupakan komponen penting dalam reaksi proton-proton dan siklus karbon yang memberikan bahan bakar matahari dan bintang-bintang lainnya.

Pemfusian hidrogen menjadi helium menghasilkan energi yang luar biasa dan merupakan proses yang dapat membuat matahari bersinar secara terus-menerus. Kadar helium di udara sekitar 1 dalam 200,000. Walau banyak terdapat dalam berbagai mineral radioaktif sebagai produk-produk radiasi, sebagian besar pasokan helium untuk Amerika Serikat terdapat di sumur-sumur minyak Texas, Oklahoma, dan Kansas. Di luar AS, pabrik ekstraksi helium hanya terdapat di Polandia, Rusia dan di India (data tahun 1984).

Biaya

Harga 1 kaki kubik helium jatuh dari US $2.500 di tahun 1915 menjadi 1.5 sen di tahun 1940. Biro Pertambangan AS telah mematok harga Grade A helium sebesar $37,50 per 1000 kaki kubik di tahun 1986.

Sifat-sifat Helium

  • Helium memiliki titik lebur paling rendah di antara unsur-unsur dan banyak digunakan dalam riset suhu rendah (cyrogenic) karena titik leburnya dekat dengan 0 derajat Kelvin. Juga, unsur ini sangat vital untuk penelitian superkonduktor.
  • Dengan menggunakan helium cair, Kurti dkk. beserta yang lainnya telah berhasil mencapai suhu beberapa mikrokelvin dengan proses adiabatic demagnitization nukleus tembaga.
  • Helium memiliki sifat-sifat unik lainnya, yaitu sebagai satu-satunya benda cair yang tidak bisa diubah bentuknya menjadi benda padat hanya dengan menurunkan suhu. Unsur ini tetap dalam bentuknya yang cair sampai 0 derajat Kelvin pada tekanan normal, tetapi akan segera berbentuk padat jika tekanan udara dinaikkan. 3He dan 4He dalam bentuk padat sangat menarik karena keduanya dapat berubah volume sampai 30% dengan cara memberikan tekanan udara.
  • Specifikasi panas helium sangat tinggi. Berat jenis gas helium pada titik didih normal juga sangat tinggi. Molekul-molekul gasnya mengembang dengan cepat ketika dipanaskan ke suhu ruangan. Sebuah bejana yang diisi dengan gas helium pada 5 dan 10 Kelvin harus diperlakukan seakan-akan berisikan helium cair karena perubahan tekanan yang tinggi yang berasal dari pemanasan gas ke suhu ruangan.
  • Secara normal, helium memiliki 0 valensi, tapi ia juga memiliki tendensi untuk menggabungkan diri dengan unsur-unsur lainnya. Cara membuat helium difluorida telah dipelajari dan senyawa HeNe dan ion-ion He+ dan He+ + juga telah diteliti.

Perioda : 1

Blok : s

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 4,003 g/mol

Konfigurasi elektron : 1s2

Jumlah elektron di tiap kulit : 2

Elektron valensi : 2

Jari-jari Atom : 31 pm

Kovalen : 32 pm

Van der Waals : 140 pm

Keelektronegatifan : –

Energi Ionisasi : Pertama 2372,3 kJ·mol-1

Struktur Kristal : Heksagonal Tertutup

Fase : Gas

Massa jenis : (0 oC; 101,325 kPa) 0,1786 g/L

Titik lebur : (pada 2,5 Mpa) 0,95K (-272,93 oC, -458,0 oF)

Titik didih : 4,22 K (-268,93 oC, -452,07 oF)

Kapasitas kalor : (25 oC) 20,786 J/(mol.K)

Isotop-isotop

Ada 7 isotop helium yang diketahui: helium cair (He-4) yang muncul dalam dua bentuk: He-4I dan He-4II dengan titik transisi pada 2.174K. He-4I (di atas suhu ini) adalah cair, tetapi He-4II (di bawah suhu tersebut) sangat berbeda dari bahan-bahan kimia lainnya. Helium mengembang ketika didinginkan, konduktivitas kalornya sangat tinggi, dan konduksi panas atau viskositasnya tidak menuruti peraturan-peraturan biasanya.

Pengolahan Helium

Helium bisa didapat dari hasil disintegrasi 88Rd (Radium).

88Rd → 86Rn + 2He

Ditemukan juga dari logam Uranium.

Kegunaan Helium

  • Untuk menggelas.
  • Sebagai gas pelindung alam dalam penumbuhan kristal-kristal silikon dan germanium juga dalam memproduksi titanium dan zikronium.
  • Sebagai pendingin reaktor nuklir.
  • Sebagai gas yang digunakan di lorong angin.
  • Memberi tekanan pada bahan bakar roket.
  • Sebagai pengisi balon-balon raksasa yang memasang berbagai iklan.
  • Adapun campuran Helium dan Oksigen dapat digunakan sebagai udara buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang bekerja di bawah tekanan udara tinggi. Ada juga kegunaan dari perbandingan antara Helium (He) dan Oksigen (O2) yang berbeda-beda adalah untuk kedalaman penyelam yang berbeda-beda.

5 November 2009

Definisi, Sejarah dan Sifat Gas Mulia

Posted in definisi, sejarah, sifat tagged pada 8:42 am oleh lorop4tu

Definisi Gas Mulia

Gas mulia adalah gas yang mempunyai sifat lengai, tidak reaktif, dan susah bereaksi dengan bahan kimia lain. Gas mulia banyak digunakan dalam sektor perindustrian. Gas mulia juga merupakan golongan kimia yang unsur-unsurnya memiliki elektron valensi luar penuh, sehingga menjadi golongan yang paling stabil dalam sistem periodik unsur. Unsur-unsurnya adalah He (Helium), Ne (Neon), Ar (Argon), Kr (Kripton), Xe (Xenon), dan Rn (Radon) yang bersifat radioaktif. Karena sifat stabilnya, unsur-unsur Gas Mulia ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. Konfigurasi elektron unsur-unsur Gas Mulia adalah ns2np6, kecuali He 1s2.

Sejarah Gas Mulia

Pada tahun 1894, seorang ahli kimia Inggris bernama William Ramsay mengidentifikasi zat baru yang terdapat dalam udara. Sampel udara yang sudah diketahui mengandung nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida dipisahkan. Ternyata dari hasil pemisahan tersebut, masih tersisa suatu gas yang tidak reaktif (inert). Gas tersebut tidak dapat bereaksi dengan zat-zat lain sehingga dinamakan argon (dari bahasa Yunani argos yang berarti malas). Empat tahun kemudian Ramsay menemukan unsur baru lagi, yaitu dari hasil pemanasan mineral kleverit. Dari mineral tersebut terpancar sinar alfa yang merupakan spektrum gas baru. Spektrum gas tersebut serupa dengan garis-garis tertentu dalam spektrum matahari.

Untuk itu, diberi nama helium (dari bahasa Yunani helios berarti matahari). Pada saat ditemukan, kedua unsur ini tidak dapat dikelompokkan ke dalam golongan unsur-unsur yang sudah oleh Mendeleyev karena memiliki sifat berbeda. Kemudian Ramsey mengusulkan agar unsur tersebut ditempatkan pada suatu golongan tersendiri, yaitu terletak antara golongan halogen dan golongan alkali. Untuk melengkapi unsur-unsur dalam golongan tersebut, Ramsey terus melakukan penelitian dan akhirnya menemukan lagi unsur-unsur lainnya, yaitu neon, kripton, dan xenon (dari hasil destilasi udara cair). Kemudian unsur yang ditemukan lagi adalah radon yang bersifat radioaktif. Pada masa itu, golongan tersebut merupakan kelompok unsur-unsur yang tidak bereaksi dengan unsur-unsur lain (inert) dan dibri nama golongan unsur gas mulia atau golongan nol.

Di tahun 1898, Huge Erdmann mengambil nama Gas Mulia (Noble Gas) dari bahasa Jerman Edelgas untuk menyatakan tingkat kereaktifan Gas Mulia yang sangat rendah. Nama Noble dianalogikan dari Noble Metal (Logam Mulia), emas, yang dihubungkan dengan kekayaan dan kemuliaan.

Gas Mulia pertama ditemukan pada tanggal 18 Agustus 1868 oleh Pierre Janssen dan Joseph Horman Lockyer. Ketika sedang meneliti gerhana matahari total mereka menemukan sebuah garis baru di spektrum sinar matahari. Mereka menyakini bahwa itu adalah lapisan gas yang belum diketahui sebelumnya, lalu mereka menamainya Helium.

Berikut ini adalah asal-usul mana unsur-unsur Gas Mulia, yaitu:

  1. Helium à ήλιος (ílios or helios) = Matahari
  2. Neon à νέος (néos) = Baru
  3. Argon à αργός (argós) = Malas
  4. Kripton à κρυπτός (kryptós) = Tersembunyi
  5. Xenon à ξένος (xénos) = Asing
  6. Radon (pengecualian) diambil dari Radium

Nama-nama di atas diambil dari bahasa Yunani. Pada awalnya, Gas Mulia dinyatakan sebagai gas yang inert tetapi julukan ini disanggah ketika ditemukan senyawa Gas Mulia.

Sifat-Sifat Gas Mulia

Gas mulia memiliki titik didih dan titik leleh yang sangat rendah, oleh karena itu di alam gas mulia berwujud gas. Gas mulia tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.

Berdasarkan jari-jari atom, gas mulia seharusnya Paling reaktif menangkap elektron. Namun, pada kenyataannya golongan gas mulia sangat sulit bereaksi. Di alam unsur ini kebanyakan ditemukan sebagai gas monoatomik. Hal ini dikarenakan konfigurasi elektronnya yang memenuhi kulit terluar sehingga menjadi stabil.

Kereaktifan gas mulia akan bertambah seiring dengan bertambahnya nomor atom. Bertambahnya nomor atom akan menambah jari-jari atom pula. Hal ini mengakibatkan gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar berkurang, sehingga lebih mudah melepaskan diri dan ditangkap zat lain. Sampai saat ini, senyawa gas mulia yang sudah dapat bereaksi dengan zat lain adalah xenon dan kripton, sedangkan helium, neon, dan argon masih sangat stabil.

Menurut percobaan yang dilakukan Neil Bartlett dan Lohmann, gas mulia hanya dapat bereaksi dengan unsur Oksigen (O) dan Fosfor (F). Senyawa gas mulia yang ditemukan pertama kali adalah XePtF6.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa:

  • Jari-jari atom unsur-unsur Gas Mulia dari atas ke bawah semakin besar karena bertambahnya kulit yang terisi elektron.
  • Energi Ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil karena gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar semakin lemah.
  • Afinitas Elektron unsur-unsur Gas Mulia sangat kecil sehingga hampir mendekati nol.
  • Titik didih unsur-unsur Gas Mulia berbanding lurus dengan kenaikan massa atom.
  • Titik lebur unsur-unsur Gas Mulia mengikuti sifat titik didih.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.