22 November 2009

Warna dalam Tabung Neon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 12:02 pm oleh lorop4tu

Warna – warna yang dihasilkan dari beberapa gas mulia yang berbeda ketika

dimasukan kedalam tabung-tabung neon.

(Perlu diperhatikan, warna yang dihasilkan adalah akibat dari tabung neon yang digunakan, bukan dari gas-gasnya)

Helium
Neon
Argon (dengan beberapa mercury)
Krypton
Xenon

17 November 2009

Radon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 5:32 pm oleh lorop4tu

Radon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki nomor atom 86. Radon termasuk Gas Mulia dan radioaktif. Radon adalah gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan.

Sifat-sifat Radon

Nomor Atom : 86

Perioda : 6

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : (222) g/mol

Konfigurasi elektron : [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 18 32 18 8

Elektron valensi : 8

Struktur Kristal : Kubus

Elektronegativitas : 2,2 (skala Pauling)

Energi Ionisasi : 1037 kJ·mol-1

Jari-jari Atom : 120 pm

Kovalen : 145 pm

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 °C, 101,325 kPa) 5,894 g/L

Titik Lebur : 202 K (-71.15 °C, -96 °F)

Titik Didih : 211.3 K (-61.85 °C, -79.1 °F)

Kapasitas Kalor : (25 °C) 20.786 J·mol-1·K-1

Pengolahan

Radon didapat dari disintegrasi Radium

88Ra → 86Rn+2He

Kegunaan Radon

Radon terkadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik. Radon juga digunakan dalam pendidikan hidrologi, yang mengkaji interaksi antara air bawah tanah dan sungai pengikatan radon dalam air sungai merupakan petunjuk bahwa terdapat sumber air bawah tanah.

Xenon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 5:29 pm oleh lorop4tu

Xenon adalah suatu unsur dalam sistem periodik yang memiliki lambang Xe dan nomor atom 54. Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak beracun.

Sifat-sifat xenon

 

Nomor Atom : 54

Perioda : 5

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 131,293(6) g/mol

Konfigurasi elektron : [Kr] 5s2 4d10 5p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 18 18 8

Elektron valensi : 8

Struktur Kristal : Kubus

Elektronegativitas : 2,6 (skala Pauling)

Energi Ionisasi : 1170,4 kJ·mol-1

Jari-jari Atom : 108 pm

Kovalen : 130 pm

Van der Waals : 216 pm

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 °C, 101,325 kPa) 5,894 g/L

Titik Lebur : (101,325 kPa) 161,4 K (-111,7 °C, -169,1 °F)

Titik Didih : (101,325 kPa) 165,03 K (-108,12 °C, -162,62 °F)

Kapasitas Kalor : (100 kPa, 25 °C) 20,786 J·mol-1·K-1

Pengolahan

Xenon diperoleh dari destilasi udara cair.

Kegunaan Xenon

 

  • Xenon biasa digunakan untuk mengisi lampu blizt pada kamera.
  • Isotop-nya dapat digunakan sebagai reaktor nuklir.
  • Sebagai obat bius pada pembedahan.
  • sebagai pengisi bola lampu disko yang berwarna-warni.
  • Digunakan dalam pembuatan tabung elektron.

Kripton

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 5:24 pm oleh lorop4tu

Kripton adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36. Gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa.

Sifat -sifat kripton

Nomor Atom : 36

Perioda : 4

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 83,798(2) g/mol

Konfigurasi elektron : [Ar] 3d10 4s2 4p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 18 8

Struktur Kristal : Kubus

Elektronegativitas : 3,00 (skala Pauling)

Energi Ionisasi (detil) : 1350,8 kJ/mol

Jari-jari Atom : 88 pm

Kovalen : 110 pm

Van der Waals : 202 pm

Fase : Gas,

Massa Jenis : (0 °C; 101,325 kPa) 3,749 g/L

Titik Lebur : 115,79 K

Titik Didih : 119,93 K

Titik Kritis : 209,41 K, 5,50 Mpa

Kapasitas Kalor : (25 °C), 20,786 J/(mol·K)

Tekanan uap

P / Pa 1 10 100 1 K 10 K 100 K
Pada T / K 59 65 74 84 99 120

Pengolahan

Kripton didapat dari hasil destilasi udara cair. Kripton akan ditemukan terpisah dari gas-gas lain.

Kegunaan Kripton

  • Pengisi bola lampu blitz pada kamera.
  • Kripton dapat digabungkan dengan gas lain untuk membuat sinar hijau kekuningan yang dapat digunakan sebagai kode dengan melemparkannya ke udara.
  • Dicampurkan dengan Argon untuk mengisi lampu induksi

13 November 2009

Argon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 9:09 pm oleh lorop4tu

Argon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Ar dan nomor atom 18. Argon adalah unsur terbanyak pertama di udara bebas (udara kering) dan ketiga paling melimpah di alam semesta. Sekitar 1% dari atmosfer bumi adalah Argon. Argon adalah unsur yang tak berwarna dan tak berbau. Jumlah unsur ini terus bertambah sejak bumi terbentuk karena Kalium yang radioaktif berubah menjadi Argon.

Sejarah Argon

Keberadaan argon di udara sudah diduga oleh Cavendish pada tahun 1785, dan ditemukan oleh Lord Raleigh dan Sir William Ramsay pada tahun 1894.

Sumber

Argon dihasilkan dari penyulingan bertingkat udara cair karena atmosfer mengandung 0.94% Argon. Atmosfer Mars mengandung 1.6% isotop Argon 40 dan sebesar 5 ppm untuk isotop Argon 36.

Sifat-sifat Argon

Argon larut dalam air, 2.5 kali lipat daripada nitrogen, dan memiliki kelarutan yang sama dengan oksigen. Argon tidak berwarna dan tidak berbau, baik dalam bentuk gas dan cair. Argon dikenal sebagai gas inert dan tidak diketahui senyawa kimia yang dibentuknya seperti halnya krypton, xenon dan radon.

Perioda : 3

Blok : p

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8 8

Elektron valensi : 8

Konfigurasi elektron : [He] 3s2 3p6

Massa Atom : 39,948 g/mol

Jari-jari Atom : 71 pm

Kovalen : 97 pm

Van der Waals : 188 pm

Keelektronegatifan : –

Energi Ionisasi : Pertama 1520,6 kJ·mol-1

Struktur Kristal : Kubus

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 °C, 101,325 kPa) 1.784 g/L

Titik Lebur : 83,80 K (-189,35 °C, -308,83 °F)

Titik Didih : 87,30 K (-185,85 °C, -302,53 °F)

Kapasitas Kalor : (25 °C) 20,786 J·mol-1·K-1

Tekanan Uap

P / Pa 1 10 100 1 K 10 K 100 K
Pada T / K 47 53 61 71 87

Isotop

Secara alami, Argon merupakan campuran dari 3 isotop. Diketahui 12 isotop lainnya yang bersifat radioaktif.

Pengolahan Argon

Argon diproduksi dengan metode destilasi udara cair, sebuah proses yang memisahkan nitrogen cair yang bertitik didih 77,3 K dari Argon yang bertitik didih 87,3 K dan oksigen yang bertitik didih 90,2 K.

Kegunaan Argon

  • Digunakan dalam bola lampu pijar listrik dan tabung fluoresen pada tekanan sekitar 400 Pa, tabung pengisian cahaya , tabung kilau dan lain-lain.
  • Sebagai gas inert yang melindungi dari bunga api listrik dalam proses pengelasan, produksi titanium dan unsur reaktif lainya, dan juga sebagai lapisan pelindung dalam pembuatan kristal silikon dan germanium.
  • Pengisi tabung pemadam kebakaran.

Neon

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 8:53 pm oleh lorop4tu

Neon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10. Neon termasuk unsur Gas Mulia yang tak berwarna dan lembam (inert).

Sejarah Neon

Ditemukan oleh Ramsay dan Travers pada tahun 1898. Neon adalah unsur gas mulia yang terdapat atmosfer hingga 1:65000 udara. Neon diperoleh denganmencairkan udara dan melakukan pemisahan dari gas lain dengan penyulingan bertingkat.

Isotop

Neon alami terdiri dari camuran tiga isotop, enam isotop lainnya tidak stabil

Senyawa

Neon adalah unsur yang tidak mudah bereaksi (inert). Dilaporkan bahwa Ne dapat bersenyawa dengan fluor. Namun, masih menjadi pertanyaan aakah senyawa Neon tersebut ada meski bukti keberadaan senyawa tersebut ada.

Ion Ne+, (NeAr)+, (NeH)+, dan (HeNe+) diketahui dari analisis spektrofotometri optik dan spektrofotometrik massa. Neon juga membentuk hidrat yang tidak stabil.

Sifat Neon

  • Dalam tabung vakum yang melepaskan muataaan listrik, Neon menyala oranye kemerahan.
  • Memiliki kemampuan mendinginkan refrigerator 40 kali lipat dari helium cair dan 3 kali lipat lebih dari hidrogen cair. Neon tamak adat, inert dan lebih murah daripada helium bila diperlukan sebagai bahan pendingin (refrigerant)
  • Dibandingkan semua gas mulia, peleasan muatan Neon memiliki intensitas lebih tinggi ada tegangan dan arus yang luar biasa.

Nomor Atom : 10

Perioda : 2

Blok : p

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 20,1797 g/mol

Konfigurasi elektron : [He] 2s2 2p6

Jumlah elektron di tiap kulit : 2 8

Elektron valensi : 8

Jari-jari Atom : 38 pm

Kovalen : 69 pm

Van der Waals : 154 pm

Keelektronegatifan : –

Energi Ionisasi : Pertama 2080,7 kJ·mol-1

Struktur Kristal : Kubus

Fase : Gas

Massa Jenis : (0 0C ; 101,325 kPa) 0,9002 g/L

Titik Lebur : 24,56 K (-248,59 0C, -415,46 0F)

Titik Didih : 27,07 K (-246,08 0C, -410,94 0F)

Kapasitas Kalor : (25 0C) 20,78 J/mol K

Kerapatan : (25 0C) 1,207 g/ml

Tekanan Uap

P / Pa 1 10 100 1 K 10 K 100 K
Pada T / K 12 13 15 18 21 27

Pengolahan Neon

Menggunakan proses pemisahan udara (proses destilasi udara cair). Pada tahap awal, CO2 dan uap air dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian udara diembunkan dengan memberikan tekanan 200 atm diikuti pendinginan cepat. Sebagian besar udara akan membentuk cair dengan kandungan Gas Mulia yang lebih banyak, yaitu 60% Gas Mulia (Ar, Kr, Xe) dan sisanya 30% O2 dan 10% N2.

Sisa udara yang mengandung He dan Ne tidak mengembun karena titik didih kedua gas tersebut sangat rendah. Gas He dan Ne akan terkumpul dalam kubah kondensor sebagai gas yang tidak terionisasi (tidak mencair).

Kegunaan Neon

  • Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu di landasan pesawat terbang. Karena Ne menghasilkan cahaya terang dengan intensitas tinggi apabila dialiri arus listrik.
  • Neon cair digunakan sebagai zat pendingin. Juga Neon cair sekarang tersedia secara komersial dan sangat penting diterapkan sebagai pembeku embrio (bakal makhluk hidup) yang ekonomis.
  • Meski neon membutuhkan ruang yang luas pada penggunaannya, Neon berfungsi sebagai indikator tegangan tinggi, penangkap kilat, tabung wave meter dan tabung televisi.
  • Neon dan helium digunakan dalam pembuatan laser gas.

Helium

Posted in Unsur-unsur gas mulia tagged pada 8:44 pm oleh lorop4tu

Helium adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang He dan nomor atom 2. Tidak berwarna dan lebih ringan dari udara. Setelah Hidrogen, Helium adalah unsur kedua paling melimpah di alam semesta. Helium juga tidak beracun.

Sejarah Helium

(Yunani helios= matahari). Janssen menemukan bukti keberadaan helium pada saat gerhana matahari total tahun 1868 ketika dia mendeteksi sebuah garis baru di spektrum sinar matahari. Lockyer dan Frankland menyarankan pemberian nama helium untuk unsur baru tersebut. Pada tahun 1895, Ramsay menemukan helium di mineral cleveite uranium. Pada saat yang bersamaan kimiawan Swedia Cleve dan Langlet menemukan helium di cleveite. Rutherford dan Roys pada tahun 1907 menunjukkan bahwa partikel-partikel alpha tidak lain adalah nukleus helium.

Sumber

Helium merupakan elemen kedua terbanyak di alam semesta. Helium diproses dari gas alam, karena banyak gas alam yang mengandung gas helium. Secara spektroskopik helium telah dideteksi keberadaannya di bintang-bintang, terutama di bintang yang panas. Helium juga merupakan komponen penting dalam reaksi proton-proton dan siklus karbon yang memberikan bahan bakar matahari dan bintang-bintang lainnya.

Pemfusian hidrogen menjadi helium menghasilkan energi yang luar biasa dan merupakan proses yang dapat membuat matahari bersinar secara terus-menerus. Kadar helium di udara sekitar 1 dalam 200,000. Walau banyak terdapat dalam berbagai mineral radioaktif sebagai produk-produk radiasi, sebagian besar pasokan helium untuk Amerika Serikat terdapat di sumur-sumur minyak Texas, Oklahoma, dan Kansas. Di luar AS, pabrik ekstraksi helium hanya terdapat di Polandia, Rusia dan di India (data tahun 1984).

Biaya

Harga 1 kaki kubik helium jatuh dari US $2.500 di tahun 1915 menjadi 1.5 sen di tahun 1940. Biro Pertambangan AS telah mematok harga Grade A helium sebesar $37,50 per 1000 kaki kubik di tahun 1986.

Sifat-sifat Helium

  • Helium memiliki titik lebur paling rendah di antara unsur-unsur dan banyak digunakan dalam riset suhu rendah (cyrogenic) karena titik leburnya dekat dengan 0 derajat Kelvin. Juga, unsur ini sangat vital untuk penelitian superkonduktor.
  • Dengan menggunakan helium cair, Kurti dkk. beserta yang lainnya telah berhasil mencapai suhu beberapa mikrokelvin dengan proses adiabatic demagnitization nukleus tembaga.
  • Helium memiliki sifat-sifat unik lainnya, yaitu sebagai satu-satunya benda cair yang tidak bisa diubah bentuknya menjadi benda padat hanya dengan menurunkan suhu. Unsur ini tetap dalam bentuknya yang cair sampai 0 derajat Kelvin pada tekanan normal, tetapi akan segera berbentuk padat jika tekanan udara dinaikkan. 3He dan 4He dalam bentuk padat sangat menarik karena keduanya dapat berubah volume sampai 30% dengan cara memberikan tekanan udara.
  • Specifikasi panas helium sangat tinggi. Berat jenis gas helium pada titik didih normal juga sangat tinggi. Molekul-molekul gasnya mengembang dengan cepat ketika dipanaskan ke suhu ruangan. Sebuah bejana yang diisi dengan gas helium pada 5 dan 10 Kelvin harus diperlakukan seakan-akan berisikan helium cair karena perubahan tekanan yang tinggi yang berasal dari pemanasan gas ke suhu ruangan.
  • Secara normal, helium memiliki 0 valensi, tapi ia juga memiliki tendensi untuk menggabungkan diri dengan unsur-unsur lainnya. Cara membuat helium difluorida telah dipelajari dan senyawa HeNe dan ion-ion He+ dan He+ + juga telah diteliti.

Perioda : 1

Blok : s

Penampilan : Tak Berwarna

Massa Atom : 4,003 g/mol

Konfigurasi elektron : 1s2

Jumlah elektron di tiap kulit : 2

Elektron valensi : 2

Jari-jari Atom : 31 pm

Kovalen : 32 pm

Van der Waals : 140 pm

Keelektronegatifan : –

Energi Ionisasi : Pertama 2372,3 kJ·mol-1

Struktur Kristal : Heksagonal Tertutup

Fase : Gas

Massa jenis : (0 oC; 101,325 kPa) 0,1786 g/L

Titik lebur : (pada 2,5 Mpa) 0,95K (-272,93 oC, -458,0 oF)

Titik didih : 4,22 K (-268,93 oC, -452,07 oF)

Kapasitas kalor : (25 oC) 20,786 J/(mol.K)

Isotop-isotop

Ada 7 isotop helium yang diketahui: helium cair (He-4) yang muncul dalam dua bentuk: He-4I dan He-4II dengan titik transisi pada 2.174K. He-4I (di atas suhu ini) adalah cair, tetapi He-4II (di bawah suhu tersebut) sangat berbeda dari bahan-bahan kimia lainnya. Helium mengembang ketika didinginkan, konduktivitas kalornya sangat tinggi, dan konduksi panas atau viskositasnya tidak menuruti peraturan-peraturan biasanya.

Pengolahan Helium

Helium bisa didapat dari hasil disintegrasi 88Rd (Radium).

88Rd → 86Rn + 2He

Ditemukan juga dari logam Uranium.

Kegunaan Helium

  • Untuk menggelas.
  • Sebagai gas pelindung alam dalam penumbuhan kristal-kristal silikon dan germanium juga dalam memproduksi titanium dan zikronium.
  • Sebagai pendingin reaktor nuklir.
  • Sebagai gas yang digunakan di lorong angin.
  • Memberi tekanan pada bahan bakar roket.
  • Sebagai pengisi balon-balon raksasa yang memasang berbagai iklan.
  • Adapun campuran Helium dan Oksigen dapat digunakan sebagai udara buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang bekerja di bawah tekanan udara tinggi. Ada juga kegunaan dari perbandingan antara Helium (He) dan Oksigen (O2) yang berbeda-beda adalah untuk kedalaman penyelam yang berbeda-beda.